TENTANG MA YSPIS
Salah satu aspek majunya sebuah peradaban adalah dengan memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas. Sebab akan menghasilkan lulusan-lulusan yang hebat dan kiprah para lulusan madrasah dalam mengawal peradaban kemanusiaan dimanapun dan kapanpun. Madrasah Aliyah YSPIS adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang maju di kabupaten Rembang, yang berdiri sejak tahun 1995, berada di lingkungan pedesaan, desa Gandrirojo kecamatan Sedan kabupaten Rembang. Disebut maju karena secara geografis bertempat di pedesaan beserta input peserta didiknya, namun tetap menunjukkan eksistensi baik secara kualitas akademik dan non akademik maupun secara kuantitas input peserta didiknya. Saat ini, setelah 28 tahun berdiri MA YSPIS memiliki visi terciptanya SDM Cerdas Populis dan Kompetitif.
Karena kemajuan zaman, sebuah keniscayaan madrasah aliyah YSPIS selalu berfikir futuristik dan memandang masyarakat sekitar sebagai sumber daya sekaligus sasaran tujuan pencapaian visi madrasah. Terdapat karakteristik secara internal dan eksternal. Secara internal madrasah aliyah YSPIS memiliki karakteristik/kekhasan sebagai berikut;
- Kekuatan kesejarahan (Historisitas) dan paradigma khidmah yang diajarkan para founding fathers sebagai peta jalan berfikir dan bertindak pengelolaan SDM madrasah saat ini.Para kyai dan ulama’ mengajarkan bahwa belajar dan mengajar adalah tidak hanya berdimensi duniawi namun yang jauh lebih penting adalah dimensi ukhrowi yang harus dilandasi ikhlas, yang keduanya sama-sama diyakini oleh madrasah sebagai ibadah. Dalam praksisnya pendidikan di Madrasah Aliyah YSPIS santri peserta didik memiliki ikatan psikologis yang kuat dengan guru dan madrasah. Hubungan mahabbah fillah dibangun dengan pola komunikasi, interaksi dan bergaul antara guru-peserta didik didorong rasa kasih sayang, saling membantu dan menolong dalam kebaikan untuk secara bersama-sama mencapai ridla Allah Swt. Karenanya guru berpredikat sebagaiorang tua ideologis.
- Memberikan layananan pendidikan untuk semua (Education For All).Sejak berdiri (1995) madrasah ini terbukti memberikan kesempatan bagi anak-anak di pedesaan demi mendapatkan pendidikan berkualitas. Rendahnya Faktor budaya, faktor ekonomi, dan faktor kesadaran belajar menjadi acuan utama dalam menggerakkan anak desa untuk belajar di madrasah aliyah YSPIS. Dalam kenyataannya 85% lebih santri madrasah aliyah YSPIS adalah berasal dari lingkungan pedesaan sekitar yang secara ekonomi keluarga sangat minim. Madrasah memberikan stimulasi dengan beasiswa yatim, beasiswa tahfidz, dan beasiswa prestasi, bantuan pendadaran studi lanjut ke PT. Prakteknya pula, madrasah aliyah YSPIS senantiasa memberikan bimbingan dengan penuh kasih sayang bagi santri peserta didik yang memiliki perilaku kurang baik sekalipun. Karena mereka anak-anak madrasah yang harus dilindungi dan perjuangkan masa depannya.
- Kecerdasan spiritual, intelektual, dan kinestetik terintegrasi dalam paket bimbingan harian di madrasah dan berlaku bagi seluruh warga Madrasah. Menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan serta menampilkan perilaku akhlakul karimah santri menjadi kebiasaan sehari-hari santri dari datang hingga jam pulang. Contohnya; kebiasaan mushofahah, Jama’ah shalat dhuhur, tadarrus dan pembinaan Al Qur’an, baca kitab salaf, dan mujahadah mingguan menjadi aktivitas pembiasaan yang terstruktur dan terintegrasi dengan aktivitas olah pikir santri untuk kemandirian ilmu pengetahuan. Faktanya pula terlihat bahwa kebersihan madrasah terjaga sebagai bagian dari dampak pembinaan terus menerus dan yang dicontohkan madrasah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Maka praktek demikian mengantarkan santri peserta didik menjadi pribadi yang utuh seimbang dalam pikir, dzikir, akhlak mulia, dan fastabiqul khoirot (kompetitif).
- Sarpra dan SDM dengan jumlah yang memadai berbasis alumni. Guru dan tenaga kependidikan serta pengelola lainnya didominasi oleh alumni madrasah yang kualifikatif. Praktek pengelolaan pendidikan yang seperti ini mampu menghadirkan madrasah aliyah YSPIS bukan menjadi milik sekelompok orang atau keluarga tertentu yang mudah dikuasai kepentingan tertentu. Madrasah aliyah YSPIS resmi menjadi milik jam’iyah/organisasi Nahdlatul Ulama’. Kondisi ini menciptakan persepsi baik bagi masyarakat dan menjadi wahana khidmah para alumni dalam melanjutkan laju ilmu pengetahuan/peradaban.
Adapun secara eksternal madrasah aliyah YSPIS memiliki karakteristik khusus. Terdapat 2 (dua) Lingkungan eksternal yakni:
- mikro (khusus) adalah apa saja yang memiliki pengaruh secara langsung kepada aktivitas lembaga, dan
- Lingkungan eksternal makro (umum) adalah lingkungan yang memiliki pengaruh secara tidak langsung dalam aktivitas organisasi.
Sebagai lembaga madrasah yang keberadaanya tidak dapat dilepaskan dari masyarakat, sehingga madrasah aliyah YSPIS menyadari perlunya terobosan-terobosan yang positif agar mampu meningkatkan daya saing mutu madrasah, meningkatnya kepercayaan masyarakat, menghasilkan lulusan yang baik sebagaimana visi madrasah. Adapun karakteristik eksternal adalah:
- Madrasah berada dalam lingkungan pondok pesantren dan kondisi sosial budaya masyarakat yang agamis. Karakteristik ini tidak lepas dari kesejarahan bahwa Gandrirojo merupakan kampung santri yang menjadi acuan kegiatan keagamaan bagi masyarakat desa sekitarnya.
- Persepsi baik masyarakat terhadap madrasah dengan banyaknya peminat untuk mensekolahkan anaknya di madrasah aliyah YSPIS. Hal ini terbukti terdapat beberapa madrasah dengan jenjang sama, namun mereka memiliki jumlah siswa yang jauh sedikit dibanding madrasah aliyah YSPIS.
- Madrasah aliyah YSPIS secara geografis memiliki letak yang strategis. Kondisi ini berpotensi menyerap peserta didik dari seluruh desa di kecamatan Sedan bagian utara khususnya dan masyarakat luas. Sehingga kegiatan promosi madrasah mudah di lakukan. Letak geografis ini juga memudahkan madrasah berkolaborasi dengan pondok pesantren di desa-desa sekitar yang secara khusus dalam penanganan pembinaan baca kitab salaf dan bimbingan tahfidz.
- Memiliki kekuatan dukungan yang massif dari tokoh, para kyai, pemerintah setempat, pelaku usaha, pemerintahan desa, pimpinan pesantren sekitar. Praktiknya adalah dukungan rencana program pengembangan madrasah dan berkolaborasi kegiatan-kegiatan kemitraan dapat terlaksana dengan baik.
Kedepan, madrasah Aliyah YSPIS bertekad melakukan perbaikan program pengembangan diantaranya;
- Penguatan kembali the power of Khidmah warisan para masyayikh sebagai filosofi spiritual dalam pengelolaan manajemen lembaga, sehingga validitas kinerja lembaga terpenuhi dengan dukungan seluruh sumber daya manusia di madrasah aliyah YSPIS.
- Penguatan kapasitas keilmuan guru dan keterampilan skill tenaga kependidikan secara terus menerus, melalui bimbingan, FGD, In Hause Training, dan program pelatihan, bahkan studi lanjut.
- Bimbingan intensif bagi santri peserta didik harus dilakukan dengan terstruktur dan trukur serta cepat dalam penanganan. Baik sisi prestasi akademik dan non akademik, pembinaan kedisiplinan, pembinaan akhlak mulia, dan pembinaan jama’ah shalat dhuhur dan Al Qur’an. Dengan memberdayakan kekuatan Tim work madrasah yakni pimpinan dan wali kelas.
- Berkolaborasi dengan unsur lain/pihak lain dalam penyediaan fasilitasi ketercukupan pembiayaan kebutuhan madrasah melalui program kewirausahaan madrasah.